by

Yustisi Kependudukan, 3 Pilar Karangpilang Obok-obok Kamar Kos

Surabaya, Sapujagat.net || Tak bisa dipungkiri pasca bom bunuh diri yang terjadi dibeberapa gereja beberapa waktu lalu, membuat petugas gabungan yang tergabung dalam tiga pilar di masing-masing kecamatan atau kelurahan gencar melakukan operasi yustisi kependudukan (yusduk).

Selain menyasar warga non permanen tanpa izin tinggal resmi, razia yustisi ini juga bertujuan mempressure ruang gerak sel-sel kelompok radikal yang disinyalir berada di pemukiman penduduk.

Seperti yustisi yang digelar di RW 04 Kelurahan Kedurus, Karangpilang, Kamis (24/5) pagi, dalam kegiatan ini petugas gabungan yang terdiri dari Kelurahan Kedurus, Koramil Karangpilang dan Polsek Karangpilang menargetkan sasaran di kamar kos-kosan yang berada di kawasan pemukiman warga.

Satu persatu penghuni kamar kos yang ada di RT 05 dan RT 03, RW 04 dicek oleh petugas gabungan, pengecekan fokus pada kelengkapan administrasi kependudukan (adminduk) dan izin tinggal bagi penduduk bukan dari Kota Surabaya.

Mayor Arh Anton Subhandi Danramil 0832/06 Karangpilang yang ikut dalam razia yustisi ini mengatakan, masyarakat tak perlu risau dengan adanya kegiatan penertiban administrasi kependudukan tersebut, karena selain membikin keamanan lebih terjamin, ketertiban umum pun menjadi sebuah keniscayaan agar kawasan pemukiman masyarakat jadi lebih teratur.

“Lewat razia yustisi ini banyak hal didapat selain menjaga ketertiban umum, yustisi juga dapat menangkal aksi terorisme dan kriminalitas langsung di tempatnya,” kata Danramil Karangpilang mewakili tiga pilar.

Dikesempatan itu, perwira TNI asal Bojonegoro ini juga menyempatkan memberikan sejumlah imbauan kepada masyarakat Kedurus, salah satunya agar tidak perlu takut terhadap aksi teror yang terjadi beberapa waktu lalu, namun begitu, mantan Pasi Intel Korem 083/Baladhika Jaya (BDJ) mengingatkan warganya agar meningkatkan kewaspadaan di masing-masing lingkungan tempat tinggal.

“Kita tidak perlu takut karena terorisme adalah musuh bersama, yang terpenting adalah warga terus meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungannya,” pesan jebolan Akmil tahun 2006 tersebut.

Dalam yustisi ini didapati, sekitar 15 warga tidak mempunyai KTP Elektronik yang dikeluarkan oleh Dispendukcapil Kota Surabaya. Mereka yang tak ber-KTP tersebut langsung mendapat arahan dari Lurah Kedurus dan stafnya, agar sementara waktu menempati rusun sesuai perintah Walikota Surabaya. (Rik)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed