by

Sebanyak 38 Warga Musiman Terjaring Yustisi Tiga Pilar Tambaksari

SURABAYA – Makin banyaknya penduduk non permanen yang tinggal di kota Surabaya memang menjadi komoleksitas tersendiri. Namun dengan gencarnya petugas gabungan dari tiga pilar di seluruh kecamatan di kota pahlawan ini bisa mengontrol dan juga mencegah kriminalitas yang akan ditimbulkan.

Giat yustisi tiga pilar Kecamatan Tambaksari kali ini bergerak ke wilayah Kelurahan Ploso Surabaya tepatnya di perkampungan Kapas Krampung. Ada 12 titik rumah kos yang didatangi petugas dan mendata sekitar 38 penduduk non permanen berbagai daerah di Jawa Timur dan satu warga dari Propinsi NTT.

Lurah Ploso Bambang Pontjo Mulyanto menjelaskan, pihaknya dibantu Satpol PP Kecamatan, Koramil dan Polsek Tambaksari yang langsung mendatangi rumah-rumah warga di kawasan Jalan Kapas Krampung yang dijadikan rumah kos-kosan.

“Dari 2 perkampungan Kapas Krampung ini ternyata petugas mendapatkan puluhan warga musiman yang tinggal di rumah-rumah warga,” ungkap Bambang, Kamis (12/7) malam.

Lurah Bambang menjelaskan, dari kesemua penduduk non permanen ini mayoritas bekerja sebagai karyawan pertokoan dan ada beberapa yang berprofesi sebagai tukang becak.

“Makanya kita langsung mendata mereka dan memasukkannya dalam Sistem Informasi Pendataan Penduduk (Sispandu),” tambahnya.

Bambang juga yakin bahwa di wilayah Kelurahan Ploso masih banyak penduduk musiman yang belum didata. Dirinya berjanji untuk tiap hari mendatangi rumah-rumah warga dan menghimbau kepada mereka untuk melaporkannya ke petugas kelurahan.

“Kita tidak akan berhenti disini, kita akan terus mensosialisasikan dan mendata rumah-rumah warga lainnya yang berada di wilayah saya,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Wadanramil Tambaksari Kapten Ahmad Kamil dengan tegas siap mem-backup pihak kecamatan dan kelurahan jajaran untuk mendampingi pendataan penduduk non permanen.

“Giat ini penting dilakukan karena ini juga jadi program Koramil di wilayah teritorial Tambaksari,” ucapnya.

Giat itu sendiri tidak hanya yustisi kependudukan namun Koramil Tambaksari juga memberikan himbauan dan sosialisasi tentang program kantibmas. “Yustisi ini termasuk juga kepatuhan warga terhadap peraturan hukum yang berlaku. Semakin mereka tertib semakin kondusif wilayah Tambaksari,” harapnya.

Terpisah, Indra Gunawan warga Brebes Jawa Tengah mengaku kalau dirinya tinggal di Kapas Krampung ini memang hanya sementara karena ada kontrak pekerjaan proyek bangunan di Surabaya.

“Rumah kos ini pun yang mencarikan mandor bangunan. Saya pokoknya disuruh menempati saja. Insya Allah bulan depan kerja saya sudah selesai dan menunggu pekerjaan di wilayah lainnya,” kata Indra.

Berbeda lagi dengan Mega Agustina warga Jombang mengaku kaget dengan kedatangan petugas gabungan. Setelah dijelaskan baru dirinya paham dan menyerahkan dokumen kependudukannya untuk didata. sudah hampir setahun tinggal dirumah kos Jalan kapas Krampung Tengah. Namun dirinya memang tidak pernah melaporkan ke kelurahan.

“Ini aja saya baru tahu kalau harus melaporkannya ke RT/RW untuk didata dan dimasukkan sebagai penduduk non permanen,” singkatnya.

Personel gabungan yang turun ke lapangan diantaranya Lurah Ploso beserta staf, Wadanramil 0831/02 Tambaksari dan Babinsa Kel. Ploso Serka Budi Rusdiono, Kanit Sabhara Polsek Tambaksari dan Bhabinkamtibmas Aiptu Didik, Kasi Trantib Kec. Tambaksari Arif Witjaksana dan 10 orang anggota Satpol PP, Kasi Pemerintahan Kec. Tambaksari Agus Maryono dan staf, Ketua LPMK Kel. Tambaksari, serta Ketua RW 03 dan Ketua RT. (geng/mul)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed