by

Cegah Paham Radikalisme, Ikal Lemhanas Jatim Launching Ngopi Kebangsaan

SURABAYA – Krisis kebangsaan yang ditandai dengan melunturnya rasa kebangsaan menyasar hampir ke semua elemen dan segmen masyarakat. Perlu sebuah gerakan sistemik, terstruktur dan masif yang harus dilakukan agar melunturnya rasa kebangsaan itu bisa segera diatasi.

“Butuh strategi kultural dan struktural untuk mengembalikan rasa kebangsaan bangsa ini yang saat ini berada pada fase yang begitu mencemaskan,” kata Ketua Komisariat Ikatan Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (Ikal Lemhannas) komisariat Jawa Timur Rahmat Harsono saat ditemui disela-sela acara Launching Kebangsaan, Minggu (1/7) siang.

Menurutnya, selain menggunakan jalur struktur lewat negara, lembaga sosial keagamaan, lembaga pendidikan, juga perlu diberdayakan institusi sosial yang tumbuh dalam masyarakat menjadi media dan ajang untuk menumbuhkan kembali rasa kebangsaan.

“Ngopi adalah tradisi khas bangsa Indonesia yang sudah hadir sejak dulu sebagai sarana membincangkan apa saja dari persoalan yang remeh temeh hingga persoalan yang serius,” jelas Rahmat.

Bukan saja cakupan topik dan tema yang beragam, tradisi ngopi ini juga dilakukan oleh hampir semua kalangan dari yang muda sampai tua, dari masyarakat biasa sampai pejabat tinggi dan tradisi ngopi ini nyaris tidak mengenal status sosial.

“Luas dan berakarnya tradisi ngopi ini, tentu akan sangat baik kalau dijadikan media untuk menyemaikan semangat kebangsaan,” kata Rahmat lagi.

Berpijak pada pemikiran inilah, IKAL Komisariat Jawa Timur menggagas untuk membuat sebuah acara yang bertajuk ‘Ngopi Kebangsaan’ yang Minggu (1/7) secara resmi dilaunching.

“Harapannya Ngopi Kebangsaan ini akan jadi ajang dan tradisi yang berkembang dimana-mana dan menyasar siapa saja sehingga pesan tentang Kebangsaan akan bisa menyebar ke semua kalangan,” pungkas Rahmat yang baru saja diangkat sebagai Presiden Direktur Aneka Gas Industri ini.

Ditempat yang sama, Bupati Bondowoso Amin Said Husni menyatakan setuju dengan kegiatan Ngopi Kebangsaan yang digelar oleh IKAL Jatim. Selain bisa menumbuhkan rasa kebangsaan juga dapat menangkal paham-paham radikalisme yang berkembang saat ini.

“Saya setuju dengan kegiatan ngopi kebangsaan yang akan diadakan satu bulan sekali ini karena kewajiban kita untuk menumbuhkan rasa kebangsaan dan kecintaan kepada bangsa dan negara,” ucapnya.

Saat ini, tambah Amin, ngopi sudah menjadi tren anak-anak muda maka dari itu kegiatan ngopi bareng dengan mereka dengan mengemas materi kebangsaan adalah langkah yang sangat positif dan langsung mengena.

“Program ini kalau bisa secepatnya direalisasikan dan ditingkatkan seperti yang telah disepakati oleh teman-teman IKAL Jatim sekaligus mempromosikan kopi bondowoso dalam tiap eventnya dan bisa nenjaring minat anak-anak muda untuk ngopi bareng dengan berdiskusi atau berdialog tentang kebangsaan,” singkatnya.

Acara launching yang digelar di LN Fortunae Coffe Hotel Novotel – Samator Surabaya ini juga diikuti dengan penandatangan kesepakatan Ikal Komisariat Jawa Timur dengan Pemerintah Kabupatan Bondowoso dan Pemerintah Kabupatan Probolinggo terkait fasilitasi pengembangan dan pemasaran potensi unggulan daerah. (mul)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed