by

Belasan Penduduk Permanen di Pacar Kembang Terjaring Yustisi Petugas Gabungan

Surabaya – Operasi yustisi bagi penduduj permanen makin digiatkan institusi tiga pilar di 33 kecamatan di Surabaya. Salah satunya seperti yang dilakukan petugas gabungan dari Polsek, Koramil, dan Kecamatan Tambaksari di wilayah Kelurahan Pasar Kembang, Senin (9/7/2018) malam.

Dimulai pada pukul 19.00 Wib berangkat dari Kecamatan Tambaksari yang langsung meluncur di 7 rumah kos di Kampung Pacar Kembang gang 2. Di 7 rumah tersebut ditemukan belasan penduduk non permanen yang sudah tinggal disana selama beberapa bulan di Surabaya.

Seperti pendataan rumah kos milik Sulaiman di Jl. Pacar Kembang gang II nomor 98 dimana sebanyak 10 kamar ditemukan sepasang suami isteri yang telah menetap sekitar 4 bulan bernama Samsul Arifin warga Bangkalan dan Retni Faridah asal Gresik.

Selanjutnya petugas juga mendatangi 6 rumah kos di gang kampung yang sama dan menemukan warga musiman berasal berbagai daerah di Jawa Timur yang bekerja di Surabaya.

“Penduduk non permanen yang kita datangi di 7 rumah kos di Jalan Pacar Kembang gang 2 ini langsung kita data dan memasukkannya dalam Sipandu (Sistem Informask Pantauan Penduduk),” ungkap Ridwan Mubarun Camat Tambaksari.

Menurutnya, pendataan yang kita masukkan dalam Sipandu ini dapat mempermudah pemerintah kota surabaya memantau warga non permanen yang tinggal di kota pahlawan.

“Kita berharap semua penduduk musiman di wilayah Tambaksari bisa didata semua. Makanya kami setiap hari akan melakukan operasi yustisi baik itu siang maupun malam,” ucapnya.

Senada, Wadanramil Tambaksari, Kapten Inf Ahmad Kamil menyatakan siap mendampingi instansi pemerintah melakukan operasi yustisi di setiap wilayah yang disinyalir ada rumah kosan yang ditinggali penduduk non permanen agar dapat didata semuanya.

Selain itu, tugas tersebut sudah bagian dari program tiga pilar yang harus disukseskan untuk menjaga wilayah Kecamatan Tambaksari tetap kondusif.

Terpisah, Abdilah Hildan asal Jember salah satu penduduk non permanen yang ngekos di rumah milik Noval warga Pacar Kembang gang 2 ini mengaku kaget dengan kedatangan petugas gabungan. Setelah dijelaskan petugas kecamatan bahwa tujuannya mendata warga musiman baru dirinya mengerti dan dengan sukarela menunjukkan identitas kependudukannya.

“Ya sebenarnya kaget mas, karena saya baru pulang kerja belum mandi lalu ada yang ngebel kamar. Setelah saya buka ternyata banyak orang berseragam dinas dan meminta kami nunjukin kartu kependudukan saya,” keluh Hildan yang mengaku sebagai karyawan PT KAI Daop 8 Surabaya.

Berbeda lagi dengan Januar Bagus warga Gresik yang tinggal satu kos bersama istrinya Nurifa yang tidak kaget dengan kedatangan petugas gabungan karena dirinya mengaku sudah beberapa kali ada operasi yustisi di wilayah Pacar Kembang dimana mereka tinggal.

“Kami sih sudah biasa didatangi petugas pemerintahan untuk mendata kependudukan penduduk non permanen. Kalau tidak salah sudah 3 kali ada operasi yustisi,” ujar Januar yang langsung diamini istrinya.

Januar juga berharap dengan operasi yustisi ini bisa mencegah atau meminimalisir kriminalitas di kota surabaya. “Jadi bagi orang yang punya niat tidak baik ya jangan coba-coba tinggal di Surabaya. Pokoknya surabaya harus bebas dari maling, copet, sampai teroris. Kita disini juga pingin cari nafkah dengan aman dan nyaman. Saya dukung penuh petugas gabungan menggiatkan operasi yustisi,” pungkasnya.

Diketahui, giat yustisi ini diikuti langsung unsur pimpinan tiga pilar dan pejabat lain diantaranya, Camat Tambaksari Ridwan Mubarun, Kapolsek Kompol Prayitno dan Kanit Sabhara serta Panit Reskrim, Wadanramil 0831/02 Tambaksari dan Babinsa Kelurahan Pacarkembang Serda Imam Nasrudin, Lurah Pacarkembang Musdar beserta staf, dan Ketua RW 06 Suparmo. (geng/mul)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed